logo blog alam islam

Melihat Proyek Pencitraan Jokowi, Sang Presiden Fit from Behind

Belum pernah ada politisi yang totalitas dalam proyek pencitraan diri seperti Jokowi.
Jokowi hujan-hujanan tanpa jas hujan

Alam Islam - Mr Joko naik motor, hujan-hujanan, dan tanpa jaket. Aneh, seorang presiden bisa begini. Tidak berteduh. No guards. For what...?

Ada yang duga, ini bagian dari strategi pencitraan. Entah impresi apa yang hendak dia raih. Namun, belum ada seorang politisi sedemikian totalitas dalam sebuah proyek pencitraan diri. Mr Joko puts it to the extrim.

Seseorang yang rela dipotret Hujan-hujanan sambil motoran bisa masuk kategori excessive image-obsessed person. Bisa pilek lho mas. Ya ampun.

Excessive artinya more than is necessary, normal, or desirable; immoderate. Pencitraan excessive bisa kontra produktif. Backfired. Boomerang.

Ada lagi yang sebut itu narcissist. Biasanya, seorang narsis "assumes others are less intelligent or talented than them, won’t see their behaviour as a problem," kata psychiatrist Victoria Lukats.

Dikiranya pose naik motor di tengah hujan itu bisa membuat intellectual community terkesan. Damn, it is not...!! Ga semua orang tuh dongo bung.

Seandainya para advisor Mr Joko mengira pencitraan macam itu sukses, they are goddamned wrong. Mereka ngga ngerti apa itu "Impression management".

Salah satu hukum impression management adalah "If they think you’re trying too hard, they’ll be turned off and you'll achieve exactly the opposite of your desired impact on others".

Aksi basah-kuyub itu hanya membuat Mr Joko sebagai "Presiden-fit-from-behind". Istilah "fit-from-behind" biasa disingkat FFB. Sebuah term mutahir yang berarti dari belakang sih okay, eh pas diliat dari depan; ternyata rusak.

THE END


Judul: FIT FROM BEHIND
Penulis: Zeng Wei Jian


Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon