logo blog alam islam

Menunggu Bola Liar Pencapresan Poros Jokowi dan Prabowo

Menunggu cawapres poros Jokowi, Prabowo, Mahfud MD, Chairul Tanjung, AHY dan Salim Segaf Al-Jufri.
Jokowi dan Prabowo

Alam Islam - Di luar poros ketiga, poros Jokowi dan Prabowo, hampir pasti. Yang belum pasti masalah wakil. Baik poros Jokowi maupun Prabowo mempersilakan masing-masing mengumumkan lebih dulu. Saat diumumkan, di situlah kemungkinan poros ketiga muncul? Bola liar bisa membuat gol.

JK terbukti masih mau, tapi kendala aturan menghambat. Gugatan dilayangkan, tapi telah kasip. Nama Mahfud MD disebut, tapi PKB saja menolak, apalagi yang lain? Cak Imin lebih jadi prioritas. Hampir tak ada nama bisa diterima semua koalisi, selain JK. Plus-minus, selalu terbuka.

Muncul nama Chairul Tanjung (CT). Ini cukup menjanjikan. Dengan kekuatan dana yang dimiliki, diharapkan bisa "memfasilitasi" kemauan partai-partai. Tapi, bagaimana dengan Golkar? Golkar biasanya, punya selera sendiri. Berada di posisi ketiga, di bawah PDIP-Gerindra, itu berat.

Prabowo hampir pasti menggandeng AHY. Tapi, tetap menunggu dulu pengumuman dari poros petahana. Nama Anies Baswedan sempat digadang-gadang, tapi dia tak bersedia jika hanya sebagai cawapres. Sebagai capres, siapa yang tak mau? Partai tak ada, termasuk dana, enak benar.

PKS terus berusaha menawar kadernya sebagai wakil. Tersisa nama Salim Segaf Al-Jufri. Kesepakatan harus dibuat dengan Prabowo jika terus lanjut dengan AHY. Termasuk, PAN. Siapa yang tak mau kadernya dipilih sebagai wakil? Yang berat, apabila hanya sekadar pendukung saja.

Sama seperti CT, ketokohan SBY, diharapkan juga bisa menyatukan poros Prabowo. Bila tidak, poros ketiga bisa muncul. Syaratnya, bola liar dari kedua belah pihak, baik Jokowi maupun Prabowo, bertemu dan menyatu. Bila salah satunya saja, agak sulit. Syarat pencalonan, tak cukup.

PAN terlihat lebih lincah dan simpel. Bisa tetap berada di poros Prabowo maupun Jokowi. Hakikatnya kini PAN sebetulnya berada di poros Jokowi, bukan justru Prabowo. Karena di poros Prabowo, lebih memungkinkan buat digandeng cawapres, makanya seperti terlihat lebih merapat.

PKS lebih terkunci. Masuk poros Jokowi, rasanya mustahil. Hashtag #2019GantiPresiden sudah merata di kalangan kader dan simpatisan. Nekat seperti omongan Mohamad Sohibul Iman (MSI) bahwa kader akan ikut bila mendukung Jokowi. Bisa-bisa, PKS tak naik-naik lagi dari 3%.

Memang, perlu bukti. Buktinya itu sendiri, ya hasil pemilu nanti? Beberapa petinggi PKS sepertinya ingin mencoba, dan lebih percaya diri. Perpecahan di internal, mendukung Jokowi, itu tak berpengaruh apa-apa. Ali Mochtar Ngabalin, TGB sudah mencoba, apa salahnya giliran PKS?

PKS punya mesin politik yang efektif. Tak solid, sedang berpecah, itu keliru. PKS makin solid dan prestasi terus menanjak. Poros mana yang mengambil kader PKS sebagai cawapres, itu pemenangnya. Begitu benar. Selain itu, menjadi cawapres bukti kemenangan tersendiri buat PKS.

Kalau pada akhirnya, Jokowi-CT dan Prabowo-AHY yang masuk gelanggang. Pemenang sudah bisa ditebak. Tak hanya Megawati yang diwakili Jokowi, juga SBY yang diwakili CT, dan AHY, termasuk Prabowo sendiri yang berhasil mencegah bola liar, dengan hadirnya poros ketiga.

Sebab, tidak bisa dimungkiri, ada wajah Megawati di balik kesuksesan Jokowi, ada wajah SBY di belakang CT, dan ada wajah Prabowo, di balik berlanjutnya Jokowi. Adalah poros ketiga bisa menjadi petaka, tak hanya buat Jokowi, tapi juga buat Prabowo. Karena itu, sama-sama enak.

Tapi, bagaimana jika yang menang Prabowo-AHY? Buakankah yang menang hanya SBY dan Prabowo? Tentunya, Prabowo dan SBY merangkul Megawati, Jokowi, termasuk CT. Selain mustahil, rasa-rasanya "pembagiannya" sudah relatif jelas. Makanya, tak perlu keras-keras benar. Santai. Kadang, mewaraskan massa tak semudah dibayangkan. Apalagi, selalu termakan doktrin.


Judul: Menunggu Bola Liar
Penulis: Erizal

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon