logo blog alam islam

Mengkritik Iklan Bisnis Online Perawatan Organ Intim Berbahasa Vulgar di Media Sosial

Bisnis online perawatan kecantikan dan organ intim muslimah yang berbahasa vulgar harus dikurangi.
Salah satu capture iklan vulgar (merk di sensor)

Alam Islam - Akhirnya terpaksa nulis lagi ttg ini.
Saya tahu, redaksi bahasa di iklan ini mungkin bukan keinginan mereka ( krn sebagian bakuler perawatan kecantikan ini sy kenal adalah org2 shalihah) jadi sebagian besar redaksi status nya itu hanyalah tinggal copas saja dari team masing2. Alasannya karena mereka mmg disuruh tinggal copas saja, tanpa perlu repot-repot memikirkan redaksi bahasa yg menjual.

Tapi kembali lagi ke mslh adab.
Hal-hal seputar aktivitas ranjang dan keluhan organ intim kini jadi biasa saja dijadikan content iklan.
Tentang keputihan, bau tak sedap, V***** yg keset, pembesar PD, obat kuat, dsb.

Capture iklan online 1

Termasuk juga ttg perawatan wajah yg terus-menerus diusung sebagai aset terbaik agar suami tdk berpaling ke wanita lain.

Sy jd berfikir, benarkah demikian adanya para muslimah saat ini? Sangat takut suaminya berpaling sehingga harus jungkir balik perawatan ini itu dengan harga fantastis. Benar tubuh harus dijaga. Tapi knp seolah itu menjadi hal yg paling utama?

Capture iklan online 2


Ada juga yang rajin menyindir jika istri harus izin suami dulu utk membeli produknya. Bukankah ini aneh? Sdh jelas dalam islam istri mau apa2 harus izin dulu ke suami, knp malah diketawain?

Ada juga yg rajin menyindir istri yg hanya duduk2 saja di rumah tanpa mau bergabung ikut jualan. Padahal (katanya) cuma modal goyang jempol doang kok gak mau. Katanya istri harus punya penghasilan, salah satu alasannya untuk persiapan kalau suami berpulang ke rumah wanita lain
(pasti semua familiar kan dengan kalimat2 status begini?) 😊

Capture iklan online 3

Saya tdk menentang produknya, krn saya pun termasuk pengguna bbrp produk2 perawatan ini.
Tapi terus terang krn tidak nyaman. Akhirnya dalam bbrp hari terakhir ini saya entah sudah berapa kali meng-unfriend dan unfollow teman2 yg bahasa iklannya terlalu vulgar.

Capture iklan online 4

Marilah teman, kita berdagang tetap kedepankan adab.
Berpikir kreatif bgmn caranya agar produk yg anda jual itu tetap bs terjual tanpa kata2 vulgar apalagi plus foto2 vulgar dan testimoni yg gak kalah vulgarnya (eeerghhh....).

Mhn maafffff atas status ini yg pasti menyinggung para bakuler ini. Sy merasa perlu utk kembali mengingatkan hal ini. Mudah-mudahan bs ditanggapi dgn kepala dingin.



Penulis: Popi Fadliani, M.Pd (Praktisi Parenting dan Alumni Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia Bandung)

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon