logo blog alam islam

Kisruh Jamaah karena Tsiqah? Ini Pandangan Said Hawwa tentang Hal Tersebut

Arti tsiqah menurut pandangan Said Hawwa
ilustrasi Tsiqah

Alam Islam - Seorang ulama bernama Said Hawwa yang sering memberi kuliah dan ceramah di Suriah, Arab Saudi, Kuwait, Jordan, Emirat, Irak, Mesir, Qatar, Palestin, Amerika dan Jerman memebrikan definisi tentang apa itu tsiqah.

Ulama yang pernah menulis buku tafsir Al-Asas Fit Tafsir (dua belas jilid) dan sejumlah buku dakwah lain serta pernah memimpin Jama’ah Al Ikhwanul Muslimin di peringkat nasional dan antarabangsa tersebut memberikan beberapa catatan tentang tsiqah seperti berikut ini:

1. Di antara kesalahan sebagian pemimpin adalah mereka menuntut tsiqah tanpa membayar ’mahar’nya.
Tsiqah kepada pemimpin tidak datang karena tuntutan, namun ia datang seiring dengan perasaan dan
pandangan anggota atas kapasitas dan kearifan pemimpinnya itu. Hal itu diperoleh melalui interaksi
dan pergaulan sehari-hari dengannya.

2. Di antara kesalahan para pemimpin juga, mereka tidak mampu menanamkan rasa tsiqah itu. Akibatnya,
semakin banyak frekuensi interaksi teradi, tsiqah justru semakin melemah. Hal ini terjadi mungkin
karena kebutaannya berinteraksi dengan jiwa manusia atau karena kekurangmampuan dirinya dalam
membina orang-orang yang berada di sekelilingnya.

3. Salah satu sikap yang dapat menumbuhkan rasa tsiqah adalah tidak memberikan tugas kepada orang
yang tidak mampu menunaikannya. Sebaliknya, tugas itu diberikan kepada yang berhak menerimanya
dalam Jamaah. Dengan begitulah tsiqah akan tumbuh.

4. Salah satu hal yang juga dapat menumbuhkan tsiqah dalam Jamaah adalah perasaan semua individu
yang sehat, juga cermatnya keputusan, di samping kemungkinan pelaksanaannya. Hal ini menuntut
agar setiap keputusan selalu argumentatif (bisa dipahami alasannya.pen), kecuali pada saat-saat
darurat.

5. Mengapa tsiqah dijadikan sebagai salah satu rukun bai’at kita? Hal itu karena:

a. Kita adalah harokah diniyah ukhrawiyah (gerakan keagamaan yang berorientasi akhirat) yang
aktvitasnya berlangsung sepanjang masa dan menyebar di seluruh dunia. Tanpa adanya tsiqah,
tidak mungkin gerakan ini dapat berlangsung.

b. Kita adalah suatu gerakan yang hendak mewujudkan cita-cita, yang bersifat lokal dan
internasional sekaligus. Tanpa adanya tsiqah kepada pemimpin, tujuan sependek apa pun tidak
akan dapat terwujud.

c. Program, sebanyak apapun, tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada yang melaksanakan. Tidak
ada pelaksanaan yang terkontrol kecuali jika ada tsiqah yang mutlak kepada pemimpin.

6. Apakah makna bai’at untuk tsiqah yang sebenamya? Ustadz Hasan Al-Banna memberikan uraian
tentangnya yang secara substansial menganggap bahwa semua instruksi dari pemimpin, sepanjang
bukan untuk maksiat, adalah mutlak harus ditaati. Instruksi itu tidak perlu dipertanyakan, diragukan,
atau dimanipulasi. Selain itu, sebagai pasukan, ia harus dengan berani memberikan nasehat dan
peringatan untuk kebenaran, disertai dengan kesiapan untuk menganggap dirinya salah dan
pemimpinnya yang benar (dalam masalah-masalah ijtihadiyah), kesiapan meletakkan dirinya di bawah
kehendak dakwah, serta memberikan hak kepada Jamaah untuk menentukan pilihannya, antara
masalahat dakwah secara khusus dan maslahat dakwah secara umum.

7. Mungkinkah kaum muslimin bergerak tanpa rukun tsiqah ini?
Suatu langkah tidak mungkin dapat ditempuh tanpa tsiqah ini. Oleh karenanya kewajiban pertama bagi
Jamaah adalah menyusun struktur organisasi yang dapat membangkitkan tsiqah. Isi-lah dengan orangorang
yang patut mendapatkan tsiqah. Kemudian gariskanlah kaidah-kaidah yang mengikat laiu
gerakannya. Selain itu hendaknya juga berpijak di atas prinsip yang tepat, ketika mengambil keputusan,
agar menumbuhkan tsiqah di hati Ikhwan.

8. Bagaimana pemecahannya ketika terjadi persoalan pada rukun ini?
Ketika mengatasi hilangnya tsiqah, para pemimpin seringkali berjanji akan menghilangkah faktor
penyebab yang mengakibatkan demikian. Padahal mereka sendiri sesungguhnya juga tidak mampu
melakukannya. Menghadapi hal ini, tindakan yang paling baik adalah mengungkap persoalan yang
sebenarnya dan bekerjasama untuk menyempurnakan berbagai kekurangan.

9. Kendala paling berbahaya yang menghadang laju aktivitas adalah jika ada orang yang mengguncang
tsiqah. Seorang pemimpin harus bergerak dengan cepat jika menjumpai hal ini. Bisa dengan cara
mengevaluasi situasi dan kondisi, melengkapi berbagai kekurangan, atau mengevaluasi pelakunya.

10. Para musuh Allah sering berusaha menghancurkan ukhuwah dan tsiqah yang sudah terbangun diantara
para anggota atau antara anggota dengan pemimpinnya dengan cara menyebarkan berita dusta. Islam
mengajari kita supaya melakukan tabayyun (check and recheck) atas berita yang beredar dan tidak
terburu-buru mempercayai berita yang bersifat zhanni (dugaan).


Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon