logo blog alam islam

Operasi Membungkam Anis Matta, Fiksi atau Fakta?

Operasi membungkam Anis Matta sebagai Capres RI dan isu Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS
Anis Matta


Alam Islam - Saya sedikit bingung ingin membuat judul seperti apa, tapi mari kita bahas soal, apakah membungkam Anis Matta dan para pendukungnya hanya sebuah cerita dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, ataukah memang terjadi dan tidak disadari oleh beberapa kader atau terkesan pura pura tak tahu. Semoga bahasanya sederhana dan mudah Anda cerna.

Sebelumnya, mari kita mengucap Bismilllah, agar Allah membukakan pikiran kita melihat realita kejadian demi kejadian. Serta membuka mata hati kita, menerima mana yang benar Mana yang salah.

Mari kita pahami bersama soal ini,
Pertama, soal beredarnya slide berisi "Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS", entah dari mana sumber slide ini. Tapi yang jelas, sebagian besar penjelasan dalam slide tersebut, terjadi secara real dan dapat di konfirmasi. Hal Ini berarti, terdapat banyak fakta yang di sajikan dalam slide tersebut. 

Kedua, soal upaya membungkam AM dan para pendukungya, kata beberapa tokoh PKS upaya ini dilakukan oleh orang luar pks (eksternal) , tapi nyatanya yang melakukannya banyak dari Internal kader sendiri yang bisa di konfirmasi sendiri kejadiannh. Nanti akan kita susun puzzle ini agar jelas terlihat.

Ketiga, Soal berbagai tuduhan ke AM, kenapa sampai saat ini, AM tidak di proses dengan berbagai pelanggaran yang di tuduhkan.  Kenapa KMS tidak bertindak tegas,  malah AM makin booming menerima undangan Tokoh, ulama dan Deklarasi Relawan di berbagai tempat. Siapa yang bisa menjawab ini?
Hal ini karena memang sebetulnya, AM bebas dari berbagai tuduhan itu, ini hanya Stigma yang dibangun kelompok tertentu (oknum internal)  sekali lagi Stigma agar AM menjadi sosok yang di anggap berbahaya bagi Jamaah ini.

Mari kita lihat berbagai contohnya, Anda mungkin mengingat ketika AM batal melakukan kegiatan di daerah Jawa Barat, ini mungkin awal desas desus pembungkaman AM untuk bertemu kader. Bahkan terjadi lebih dari satu kali. Muncullah pertanyaan kenapa bisa batal?, dan ternyata dibuat sedemikian alasan agar acara tersebut tidak dilaksanakan. Ini sejarah baru, seorang Kiyadah dilarang bertemu kader sendiri.

Contoh selanjutnya, soal OSAN dan OSIN jauh sebelum slide ini beredar,  dikotomi Osan dan Osin ini sudah beredar di beberapa kader, meskipun terlihat terbatas, beberapa kader mungkin keceplosan menulis di media sosial tentang Osan Osin ini. Bahkan beberapa kabar, kata kata osan osin ini sering dibahas di WAG kader. Kata ini makin hangat dengan beredarnya fitnah AM sebagai Agen CIA, ingin mengembosi Jamaah dll, yg beredar secara ringan baik dalam halaqoh maupun perbincangan warung kopi. 

Mari kita lihat Contoh lainnya, pengelompokan pengelompokan kader berdasarkan Warna, telah terjadi jauh sebelum slide itu beredar. Terkonfirmasi, ini terjadi di beberapa wilayah, seperti di Jabar, Jateng, Sulsel, Bali dll. Misal Kader Hijau (mereka yang masih membela DPP) Kader Merah (Pro AM).
Yang merasa diri di cap sebagai kader Merah,  pasti senyum senyum membaca tulisan ini.

Sekarang kita lihat contoh lainnya, Capres Selain AM. Kalimat Capres selain AM ini pernah terkonfirmasi di beberapa WAG, bahwa ada arahan untuk mengkampanyekan Capres Internal 8 nama. Yang penting selain AM. Ternyata, Cara ini ada dalam Slide yang beredar sebagai Langkah antisipatif-2 No. 17. (Silahkan cek slidenya)

Beberapa kader pasti pernah merasakan, ketika mereka share tulisan berbau Anis Matta, maka rame komentar "Jangan cuman AM yang di kampanyekan dong, Capres kan ada 9",  tapi jika yg di kampanyekan Aher atau Mardani, semua pada diam. Pokonya, grub jadi rame kalau yang di posting berbau AM. Jangan senyam senyum jika merasakan hal yang sama tentang ini. 😊

Sampai sini, sudah merasakan ada sesuatu yang ganjil?, mari kita teruskan. Kita lihat contoh lain,

Ada yang melihat postingan, beberapa kader selama ini sedikit banyak menjatuhkan Narasi Anis Matta?, coba cek kembali. Jika anda mendapatkan kader-kader yang menjatuhkan Narasi Anis Matta, berarti ia sedang menjalankan Langkah Antisipasi - 3, Point 24 pada Slide Materi. (Apa sekedar kebetulan atau mobilisasi,  nanti akan terjawab)

Kita lihat contoh lain, Mubahala. Ternyata cara ini juga masuk dalam Strategi Antisipasi di Point 26.
Anda masih ingat dengan kisah Pipin kader Muda yang mengajak Mubahala?,  dan secara sepihak menetukan tanggal, tempat (undangany). Dan medsos ramai memberi tenggat waktu persoalan ribut2 ini hanya sampai Hari Jumat saja. Setelah itu, selesai. Jika FH tidak berani datang, terbukti takut Ber-mubahala. Ini hanya bagian gertakan saja. Skali lagi membangun stigma negatif. (Materi Propaganda Media Sosial)

Kita lanjut Contoh lain, belakangan muncul beberapa taujih yang menyejukkan tentang figuritas, pembangkangan dan semacamnya. Ini bagian dari rencana Antisipatif juga, pada Point 20 (cek slide) . Materi terus di ulang ulang baik melalui media sosial ataupun pertemuan Resmi sperti Tastqif dll. Meskipun secara eksplisit tidak menyebutkan AM,  tapi bisa di rasakan dan membuat stigma arahnya ke AM. Terbukti dengan percakapan kader setelahnya yang langsung mengarah ke AM dan FH 😊. (Stigma Negatif berhasil)

Anda merasakan itu kan, Jangan senyum-senyum dulu. Masih banyak contoh yang bisa kita lihat. 

Sampai di sini, Anda masih menganggap upaya membungkam Anis Matta dan para pendukungnya hanya sebuah cerita atau fiksi belaka?

Dari beberapa contoh di atas, mari kita lihat beberapa kata2 dan tuduhan yang keluar dari mulut dan status kader-kader yang pengen menghilangkan AM dari peredaran. 
Kasar dan Tak sopan, silahkan cek jika anda menemukan kalimat itu di tuduhkan ke seorang al akh hanya karena membela AM, itupun membela karena Fitnah keji yang dahulu di lontarkan. 

Kader Pemuja, kalimat yang tiba-tiba2 muncul dan massif bertebaran di media sosial, akibat mendukung Anis Matta. Ini seperti satu arahan yang harus di lancarkan untuk membungkam pendukung AM. Padahal kalau mengangkat kebaikan capres internal lain ataupun Calon Gubernur usungan PKS, jauh dari kalimat pemuja. Padahal, sama-sama sifatnya sosialisasi.

Masih ada kalimat dan tuduhan keji lainnya, seperti wala syakhshy,  mudah mengibah dan fitnah, dan tidak menghormati orang lain. Tapi sebelum itu, saya ingin Anda menyadari hal ini, Apakah Anda melihat perdebatan2 ini sedang terjadi di Sosial media maupun secara offline, baik itu dalam grub internal maupun tempat umum?

Jika anda sadar ini terjadi, bisa di pastikan, kelompok-kelompok yang ingin menghabisi Anis Matta dan para pendukungnya memang ada dalam Internal Kader. Sudah semakin sadar kan?, sabar kita akan lihat berbagai contoh lainnya. 
Contoh kali ini saya mengajak Anda untuk melihat bukti bukti langsung yang terjadi dan bisa kita lihat bertebaran di sosial media.

Anda masih ingat tentang rekaman pembicaraan Seorang Korsad berinisial TJ di acara Latansa Jakarta? Dan beredarnya bbrp screenshot yang berisi pernyataan testimoni peserta tentang kegiatan Latansa yang berisi ujaran kebencian? Berselang 3 hari, beredarlah slide tentang "Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS" yang seakan mengkonfirmasi apa yang sedang dikerjakan TJ ini.

Maka contoh itu anda bisa lihat pada Slide yang beredar itu termasuk pada Langkah Antisipatif Point 18 dan 22. (Silahkan dicek slidenya)

Pada rekaman tersebut juga, TJ berkali kali menegaskan bahwa forum itu terlalu terbuka, ia berharap ada forum berbeda setelahnya yg bisa menjelaskan dengan lebih jelas Siapa FH. Dengan Seperti itu peserta akan benci sebenci bencinya.

Ini mengkonfirmasi bahwa memang adanya Forum forum tertutup yang khusus membicarakan tuduhan ke FH dan ujungya tertuduh ke AM. Tujuannya agar kader di beri pemahaman tentang Agenda"Osan" yang dianggap ingin menghancurkan jamaah. Dan ini terkonfirmasi dari beberapa ikhwah yang mengabarkan di berbagai wilayah juga berlangsung Kajian-kajian Anti Osan yang tertulis dalam materi Slide Langkah Antisipasi point 19.

Kajian-kajian ini membahas tentang tuduhan ke AM akan membentuk Arah Baru Ikhwan memobilisasi kader agar tidak patuh pada Qiyadah dan berbagai tuduhan lainnya, jika anda melihat beberapa slide awal Mewaspadai Gerakan mengkudet PKS, itu hanya beberapa materi saja dalam Kajian-kajian yang diadakan. Betapa Kejinya Cara kerja mereka.

Menurut beberapa ikhwah, dalam Kajian tersebut tuduhannya lebih keji dengan berbagai cerita yang dideramatisir. Kajian kajian ini terkonfirmasi terjadi di banyak wilayah Indonesia. Contoh beberapa forum di Jakarta, jabar dan katanya sulsel jga ada, dan beberapa daerah lain yang masih menunggu konfirmasi. Silahkan Anda cek dan rasakan itu terjadi di sekitar Anda (Nanti akan kita buka satu persatu) InsyaAllah.

Masih soal rekaman TJ,  dalam rekaman tersebut TJ juga menjelaskan alasan Ketua DPW Sumsel di pecat karena Nyaris Futuh dengan pemikiran dia.  Sedangan sebelumnya hasil tabayyun kader sumsel langsung kepada Presiden Partai bahwa, pergantian itu hanya bagian dari rotasi. Lantas siapa yang benar siapa salah? . Sebelumnya beredar kabar jika pemecatan Ka.DPW dikarenakan dukungannya ke FH dan AM, dan pada akhirnya, Allah membuka niat busuk ini lewat rekaman TJ. Terbukti penghasutan itu sedang di jalankan.

Belum lagi soal tuduhan TJ tentang Ketua KAMMI yg mendapat project.  Ternyata dasar tuduhan ini juga terbahas di dalam Slide yg beredar itu. Anda bisa lihat pada slide Asbab Bergabung Dengan Osan (MICARE).
Kammi di anggap sebagai underbow dari AM dan FH yang patut di waspadai.

Nah, TJ sampai saat ini bersembunyi bagai ditelan bumi.
Tak ada klarifikasi dan "kader2" semua bungkam. Tak ada yang berani berkomentar tentang rekaman ini. Ada apa gerangan? Apakah TJ di lindungi pimpinan karena ucapannya membongkar beberapa hal yang yang ia tidak sadari? (Semua rencana Allah, insyaAllah akan terbongkar semuanya)

Sampai di sini, anda mulai mangut manggut kan?, bahwa banyak hal aneh yang terjadi. Tapi, kita lanjut lagi.

Contoh lainnya, setelah di Sumatera Selatan, mari kita terbang jauh ke Sulawesi Tengah. Beberapa ikhwah mengabarkan jika ada Arahan Wilda agar tidak terlibat dalam Gerakan AMPM, karena gerakan itu di gerakkan oleh FH. FH di cap sebagai musuh bersama kader. Diketahui banyak kader struktur yang juga terlibat dalam AMPM dan kabar Ini di sampaikan di forum-forum resmi KI. Ini terkonfirmasi juga dari beberpa percakapan kader di sosial media yang bisa kita capture, tentang perintah larangan tersebut. Berselang beberapa hari.  Ketua DPW Sulawesi Tengah seketika akhirnya di ganti. Dan bisa di cek, beliau adalah pendukung AM.

Belum lagi soal batalnya kehadiran AM pada Deklarasi Relawan di Kalbar. Seharunya AM hadir akhirilnya di batalkan dan hanya bisa melalui videoconvrence. 
 
Sampai disini Anda makin paham kan, yang terjadi memang terjadi dan bisa kita lihat dengar dan rasakan. Masih berfikir ini fiksi atau fakta?

Mari kita lihat contoh lainnya.
Sekarang kita beralih ke Sosial media.

Upaya menggiring opini agar Narasi AM tidak diterima publik sudah dilancarkan oleh beberapa Relawan Digital PKS. Relawan Digital (RELI) ini, dulunya ketika Zaman AM jadi presiden sangat aktif dan produktif membuat kontent-konten kreatif terutama terkait tentang PKS dan Anis Matta. Tapi seketika berubah. Saat ini RELI seperti tanpa Arah. Anggotanya terlihat diarahkan lebih banyak mendowngrade Narasi Anis Matta. Asal bukan AM.  Mari kita lihat contohnya. 

Anda bisa melihat beberapa kader yang dulu terdekteksi sebagai RELI bahkan sampai sekarang, terus dan terus membuat propaganda agar Narasi Arah Baru Indonesia di pertanyakan dan tidak mendapat legitimasi di mata publik. (Nanti kita akan buka siapa siapa di balik REDI yang bermain, semua bukti bukti sudah ada, tinggal kita sajikan).

Narasi Arah Baru Indonesia di downgrade melalui akun-akun berpengaruh atau akun influencer mereka dan lucunya,  akun-akun beberapa kader lainnya juga ikut mengamini dan akhirnya ikut dalam arus propaganda ini.  (Silahkan anda simak sendiri di sosial media)

Dan ternyata, upaya propaganda ini juga bagian dari materi slide yang beredar itu. Anda bisa cek pada bagian Akhir tentang teknik propaganda, bagaimana cara debat ilmiah dan logicL fallacies. Anda juga bisa lihat di Point 14 dan 24, bahwa apa yang kader-kader ini lakukan untuk menghilangkan AM dari peredaran memang sesuai Arahan dan berdasarkan strategi terencana.
Yang jelas asal bukan AM.

Mau contoh lain lagi?
Baik, sekarang anda bisa mengecek seluruh postingan sosial Media Resmi PKS, baik di Twitter maupun di Facebook. Tolong di Bold yah Tidak ada satupun postingan mengangkat isu terkait Anis Matta jika tak percaya, cek sekarang juga.  Bahkan di Web DPP,  postingan terakhir adalah kegiatan di Surabaya Juli 2017 bersama KMS, itupun hanya berita foto karena ada KMS nya. 

Anda bisa bayangkan?, seorang kader partai, anggota majelis Syuro, mantan presiden Partai  tulisan-tulisan terbarunya bertebaran di berbagai media portal Online Nasional, berita-beritanya di Angkat berbagai media tapi sama sekali tidak diangkat oleh Media-media Internal Sendiri. Bukannya bangga, malah menutup arus Informasi positif partai ke Masyarakat.

Sekarang apakah Anda Masih mengatakan ini di kerjakan orang-orang Eksternal?

Baik, kita lihat contoh lain. Masih soal Sosial Media. Dari beberapa grub Facebook yang jumlah membernya besar dan terlihat aktif diketahui adminya adalah REDI Humas PKS, ternyata membuat settingan postingan grub tersebut agar di moderatori admin.  Sehingga mereka mampu memfilter postingan, mana link yg bernuansa AM mana yang bukan.

Hasilnya bisa kita lihat, tak ada satupun postingan terkait Anis Matta padahal berbagai link bertebaran dan berbagai media mengangkat Tema dan tulisan AM. Kita hanya bisa mendapatkan link berita capres Internal di grub tersebut selain Anis Matta.

Masih ingin melihat lanjutannya....?

Sekarang Anda makin sadar kan, bahwa upaya membungkam AM dan para pendukungnya memang sedang berlangsung.

Tuduhan berbagai Fitnah ke AM dilakukan terus menerus. Seharusnya, jika AM punya masalah. AM sudah di proses melalui mekanisme partai. Tapi semua ini hanya Fitnah yang dilontarkan oknum kader yang tidak bertanggungjawab. (Tolong kalimat ini anda baca berulang-ulang dan resapi, kenapa AM tidak di proses saja oleh Partai jika tuduhan itu benar). Ini hanya fitnah yang dibiarkan.

Beberapa tokoh central partai juga terlihat tidak kompak, ada yang mengatakan tidak ada upaya itu, ada yg katakan, Yang melakukan pihak Eksternal dan ada juga mengakui bahwa memang seperti itu. 

Ditengah elektabilitas AM yang terus merangkak naik, sepertinya membuat geram para kader yang telah didoktrinisasi Anti AM. Entah ide apa lagi yang harus mereka lancarkan. Sepertinya mereka kelimpungan membendung Arus AM yang ternyata makin massif.

Masih ada berbagai edisi kejadian yang akan saya bagikan ke Anda, dan makin menyadari bahwa ada sekelompok orang dalam jamaah ini (oknum kader internal) , memang ingin AM di hilangkan dalam Jamaah.

Kedepan kita bongkar lebih detail dan mendalam terkait Upaya Operasi Membungkam Anis Matta dan para pendukungnya. InsyaAllah, cerita ini kita niatkan untuk membongkar kedzaliman yang sepertinya tidak banyak yang menyadari di awal dan semakin hari, semua makin terbuka dan banyak kader mulai bertanya tanya dan tersadarkan. Kita Bismillah, ini akan berakhir.

Dan terus Berharap pada Allah, agar memperlihatkan mana yang benar. Mana yang salah. Satu persatu puzzle itu mulai tersusun, semoga Allah mudahkan hingga semua makin jelas terlihat.



Penulis: Osan (Kader Peduli Simatupang)



(Silahkan kirim opini anda ke email: redaksialamislam[at]gmail.com. Tulisan yang lulus verifikasi tim redaksi akan dipublikasi di situs ini. Isi tulisan di luar tanggung jawab tim redaksi)

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon