logo blog alam islam

Kasak-kusuk Tim Anis Matta

Anis Matta dan tim sedang fokus berkampanye disaat Prabowo kembali mencalonkan diri dan disambut gembira Jokowi
Anis Matta

Alam Islam - "Ruang keyakinan pada calon yang kita unggulkan, harus semakin kita buka. Tentu lewat ketukan Doa dan usaha kita", tulis seorang ustadz mengingatkan.

M. Anis Matta menimpali, "Kalau kita istikharah berjamaah akan lebih bagus, supaya kita menggabungkan antara kerja keras lapangan, kerja berpikir yang serius dan kepasrahan yang total."

Mengetuk kesadaran publik berbarengan  dengan mengetuk pintu langit, lalu pasrah dalam totalitas tawakal. Inilah Sunnah hasanah yang diajarkan para Nabi, sahabat dan tabiat para pejuang.

Tawakal jika merujuk pada firman Allah surat Hud: 88, 50 % amalan hati. 50 % sisanya adalah inabah. Dua operasi besar di medan hati.

(قال تعالى: "..عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ"(هود: 88)

Tawakal dalam arti: tetap persisten dalam amal juang lahiriah, sedangkan hati sepenuhnya pasrah tunduk pada ketetapan Allah. Sebab ikhtiar manusiawi tak mencipta hasil, yang tiada lain hak prerogatif Allah Ta'ala.

Anis Matta dan timnya sedang fokus melempar benih.  Mengambil porsi peran manusiawi yang juga bagian dari ibadah kepada Allah. Diam dalam juang lalu berharap hasil maksimal, disebut tawaakul bukan tawakkal.

Suatu hari, Khalifah Umar bin Khatthab melewati suatu kaum. "Siapa kalian?" "Kami adalah kelompok yang penuh tawakkal." Umar berkata, "Kalian adalah kelompok mutawaakiluun. Mutawakkik adalah orang yang meledakkan cintanya ke dalam perut bumi, lalu ia bertawakkal kepada Allah."

Pergulatan internal. Prabowo yang kembali mencalonkan dan disambut gempita Jokowi. Belum lagi sosialisasi yang belum maksimal sebab serba dibatasi. Tawakkal adalah kata kunci.

Seakan mustahil. Tapi itulah uniknya Anis Matta. Ia terus terbang tinggi demi mencapai keseimbangan. Orang yang tak paham menasihati, "Gak usah tinggi-tinggi. Kalau jatuh sakit."

Anis Matta malah memahami, yang tak terbang tinggi pun tetap terpuruk dan disakiti. Sedangkan AM sudah siap dengan parasutnya: tawakkal dan inabah. Sebab semua proses duniawi, tak perlu dibawa masuk ke hati.


Penulis: Nandang Burhanudin


(Silahkan kirim opini anda ke email: redaksialamislam[at]gmail.com. Tulisan yang lulus verifikasi tim redaksi akan dipublikasi di situs ini. Isi tulisan di luar tanggung jawab tim redaksi)

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon