logo blog alam islam

ILC Terancam Dibubarkan, Buruk Muka Cermin Dibelah

ILC TV One terancam dibubarkan padahal semua nara sumber mendapat kesempatan yang sama.
ILC

Alam Islam - Padahal ILC adalah ajang diskusi sehat yang selalu menghadirkan 2 pihak/kubu yang pro dan kontra terhadap issu yang dibahas.
Bukan hanya mencoba adil dengan mengundang kedua pihak, bahkan jumlah narasumber kedua pihak juga sama, seimbang.
Contohnya episode Jokowi dan Prabowo berbalas pantun yang tayang Selasa, 10 April kemarin, dari PDIP 2 orang, dari Gerindra juga 2 orang. Nasdem selaku sekutu PDIP ada 1 orang, PKS selaku sekutu Gerindra juga 1 orang.

Semua nara sumber mendapat kesempatan yang sama. Karni Ilyas sebagai host juga memperlakukan sama, kedua kubu sama-sama dicecar argumennya.

Jadi, kalau selama ini kubu tertentu merasa sering terpojok, kalah adu argumen, dipermalukan, yaa... Itu sih salah sendiri.
Misalnya episode Reuni 212, Perlukah, pada Desember lalu. Denny Siregar dan Abu Janda habis dipermalukan nara sumber lawannya, ya karena argumen mereka sendiri yang lemah. Bahkan di episode itulah si Abu Janda terpaksa mengaku dirinya bukan ustadz, setelah sekian lama mengaku ustad dan dianggap ustad oleh para pendukungnya.

Seword mengusulkan ILC dibubarkan, tidakkah ini pemberangusan kebebasan berdiskusi di ruang publik?! Bukankah ini bentuk pembungkaman perbedaan pendapat yang sehat?!
ILC memang layaknya ajang bagi mereka yang mampu berargumen, mereka yang punya landasan berpikir cukup memadai.
Nah, kalau karena sering konyol lalu kalah adu argumen, ya jangan ILC nya yang disuruh bubarkan.

Kalau ILC dibubarkan, berarti sudah lebih paraglh dari Orde Baru cara-cara kalian membungkam pihak yang tidak sependapat.

Lucunya kalian ini, teriak-teriak anti Orba, tapi melakukan hal yang lebih parah buruknya dibanding Orba.

ILC bukan penyebab anjloknya elektabilitas si ANU atau menaikkan popularitas si Fulan.
TIDAK!!!
justru karena elektabilitas si ANU jeblok dan popularitas penantangnya naik, maka ILC membahasnya.

Kalian kudu belajar membedakan MANA SEBAB DAN MANA AKIBAT, supaya kalian bisa MEMIKIRKAN SOLUSINYA.


Penulis: Aisyah Syihab



(Silahkan kirim opini anda ke email: redaksialamislam[at]gmail.com. Tulisan yang lulus verifikasi tim redaksi akan dipublikasi di situs ini. Isi tulisan di luar tanggung jawab tim redaksi)

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon