logo blog alam islam

Savic Ali, Manusia Berdarah Amoeba

Muhammad Syafi'i Ali Pimred NU Online dan PSI pemateri ILC bertajuk "Siapa Dibalik MCA" nyinyiri Habib Rizieq dan Said Aqil.
Savic Ali dianggap pernah memakai kaos pro Jokowi

Alam Islam - Muhammad Syafi'i Ali atau agar sedikit lebih keren dan nampak kebarat-baratan,, sepertinya dia lebih senang jika dikenal dengan nama pena Savic Ali. Mantan Pimred NU Online yang kini menjabat sebagai Direkturnya.

(Saya bingung,, kok ada muslim santri yg lebih senang mengganti namanya dari semula Muhammad Syafi'i menjadi Savic. Dalam hati,, kenapa tidak sekalian saja jadi Satanic, biar lebih horor, beringas serta jelas posisinya. Apakah ada dalam barisan "pasukan" Muhammad, atau justru berdiri menantang di seberang jalan diantara barisan lawan).

Malam ini,, dia hadir sebagai salah satu pembicara dalam majelis ILC yg bertajuk "Siapa Dibalik MCA". Uraiannya cukup baik dibandingkan kawan sekufunya semacam Sahall Si Beo Liberal, yg bicaranya mencak mencak gak karuan dengan disertai cipratan kelenjar air bah yang secara konsisten memancar dari dalam pelatuknya.

Apalagi dibandingkan politisi puber asal PSI. Saya kira org ini belum layak utk hadir didalam ILC, karena jika ditakar,, wawasannya masih tertinggal jauh dibawah para kader penyuluh posyandu di kampung-nya tsamara, sang gadis pecandu yang penuh nafsu.

Sehingga,, meski tanpa menggunakan radar, mudah sekali bagi Fadli Zon untuk membalikkan serangan rudal opini fallacy dari bocah ingusan ini. Ibarat anak nyamuk yg hendak menggigit induk tawon. Ya modyar koe...

Baiklah...
Jadiii...

Savic Ali masih agak mendingan lah, meskipun opininya tentang perbandingan pola kebencian dikritik oleh Bung Karni.

Dan saya setuju sekali, karena membandingkan fenomena muslim mayoritas di Indonesia dengan mayoritas kulit putih di Amerika, adalah LOGICAL FALLACY. Dan itu adalah kode cadass, yang artinya ente harus nyantri lagi. Kali ini jangan sama kyai, cobalah nyantri dengan ulama wahabi, siapa tau bisa sedikit memangkas rantai pemikiran sepilis liberal yg mulai terlihat isbal.

Savic Ali,, bicaranya tendensius. Menyoal seputar ujaran kebencian yg seakan-akan hanya dilakukan oleh para relawan muslim media sosial yg dewasa ini melulu diidentifikasi sebagai islam radikal.

Dia lupa, bahwa dirinya bahkan pernah meninggalkan konten digital yang massive bermuatan kekerasan verbal berupa tuduhan liar terhadap lawan tanding dari junjungannya yg mungkin dianggap kramat & sakral.

Jadi sudahlah badul,,
Hentikan kepura-puraan dalam memainkan peran.

Kebenaran itu adalah wahid, ahad, tunggal.

Jangan berstandar ganda, jika tidak ingin disamakan dengan Amoeba.

Ente terlihat marah manakala ada pihak yg membela Habib Rizieq namun menghujat said aqil.

Namun di akhir kalimat, tanpa rasa malu ente mengatakan said aqil lebih pintar dari Habib Rizieq. Bukankah itu manifest kebencian dan beraroma fitnah kibar... ???

Tak usah dijawab.
Sampai disini saya semakin yakin,
Bahwa di era android seperti sekarang ini, ternyata masih saja ada mantan santri yang gemar menenggak Air Cucian Kaki Kyai.

Pantas saja, jika pusat nucleus syaraf dan role berpikir sering kali terbalik, antara didalam otak dengan dibalik dengkul.

Sekian,
Salam Bobrok Nusantara



Penulis: Hizbullah Ivan (MCA Garis Edan)

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon