logo blog alam islam

Video Joget Disko Hiasi Kongres HMI, Kader Zaman Old: Dalam Islam Gak Ada Joget-joget!

Video joget disko saat kongres HMI disesalkan oleh kader zaman old.
Video joget disko saat kongres HMI

Alam Islam Ambon - Warga dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video sejumlah orang yang melakukan adegan joget disko di acara pentas seni Kongres HMI XXX yang diadakan di Ambon beberapa waktu yang lalu.

Acara Kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang diadakan di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, pada Rabu (14/02) lalu.

Terlihat dalam video ada spanduk Kongres HMI dan sejumlah pria dan wanita yang sedang berjoget mengiringi irama musik yang menghentak-hentak.

Berikut video yang sedang viral tersebut.



Kejadian tersebut dikritik oleh sejumlah warganet. Mereka menyebut kader HMI sekarang sudah beda dengan kader HMI zaman dahulu (zaman old).

"Tdak kuliah udah mau 2 minggu gara2 kongres .,dan trnyata ending kongresnya kyak gini,.sedih campur campur," tulis warganer bernama Ekha Shariati M di laman facebooknya.

"Disini saya bukan bermksud untuk membela ataupn menyudutkan dari semua presepsi mengenai video ini,,,,,!!! Dalam kacamata pemikiran bodoh saya, ketika kta berbicara tntang konsep ke Islaman. Tentunya mash bnyak hal ataupun perbuatan kita yg masih melenceng dari esensi ajaran islam itu sndiri. Akan tetapi, yg prlu jg kita ketahui adalah lembaga/kelompok yg "berlabel keagamaan" seyogyanya kita harus dapat menjaga marwah atau esensi dari label ke agamaan tersebut. Dan bisa juga di maksudkan agama sbg hijab kita dalam menjalani kehidupan sehari2.
Mengapa demikian,,,?? Karena untuk mengintrepertasikan ensensi dari sebuah Lembaga maupun kelompok ke agamaan itu dilihat dari apa yg kita "perbuat". Menghargai setiap budaya ataupun tradisi setiap daerah itu memang perlu, joget2, dan hiburan2 pun tdk ada masalah Sepanjang aman dan damai. Tetapi, bukan berarti hal itu menjadi legitimasi untuk mempertontonkan luapan kegelisahan ataupun kebahagian kita kepada publik. Karna belum tentu apa yg kita anggap baik, orang di luar sana menganggap baik dan hal tersebut akan dapat melahirkan stigma yg di "anggap" tdk sesuai dng esensi dari "ajaran kita". Saya cukup sadar bahwa saya adlah hamba Allah cukup banyak dosa dan masih cukup banyak kekurangan memahami islam scra hakiki. Bagi saudara2 yg terlibat dlm video ini, (sekedar masukan), apapun yg di sampaiakn oleh teman2 pengguna Facebook dapt di jadikan sebagai teguran dan pembelajaran buat kita semua. krn saya yakin, dari semua yg berkomntr tentang video ini (pro dan kontra) itu semata2 demi menjaga nama baik Himpunan mahasiswa Islam. Dan saya Juga memohon maaf kepda teman2 FB yang berkomentar tentang video ink, untuk tdk mengeneralkan dan "menjustis" lemba Himpunan mahasiswa Islam (HmI)....!! Tabe'....," ujar Ilhamsyah Suru.

"Generasi Biru beginikah hasil kongres Kader" PB HMI... malu kami sbgai mantan kader hmi era 90 an... seperti apa perjuangan bangsa yg kalian cita-citakan jika paham sekuler lebih tertanam dibenak para kader daripada ajaran islam.. bukti video ini jelas merusak marwah sebagai kader HMI..," sesal Achyar Sewang.

"Memalukan. Acara perpisahan yg miris. Panitia hrs diberi sanksi.Video ini bakal viral. Lalu dgn apa kalian rasionalisasi.. di Riau ada makan tak bayar serupa menjarah warung warga, di ambon perpisahannya begini. Haruskah acara perpisahan nya seperti ini. Ini bukan soal budaya orang ambon, tapi by desain citra buruk HMI," ungkap Hamdan Chaliel.

"Astagfirullah... Ini HMI ?? Memalukan... Apa ini yg mencerminkan kader kader mahasiswa Islam ?? Dimana Marwa kalian sebagai anak anak Islam... Kalau mau seperti itu jangan bawah bawah nama Islam di organisasi kalian... Ganti saja Himpunan Mahasiswa HuruHara jangan pake Islam.. karena dalam Islam tidak mengajarkan Joget joget... Sangat memalukan sekali...," kritik Keisha Azzahra.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon