logo blog alam islam

Setelah Meninggal Suami, Tanggungjawab Nafkah Anak Jatuh kepada Walinya

Tanggungjawab nafkah anak tidak dibebankan kepada istri setelah meninggal suami, tapi kepada walinya
Tanggungjawab nafkah anak tidak dibebankan kepada istri setelah meninggal suami

Alam Islam Selangor - Dalam sebuah acara kajian Islam di program stasiun televisi Alhijrah Malaysia, seorang ustadzah yang mengisi materi bernama Ustadzah Nik Salida Suhaila menyebutkan bahwa ternyata setelah kematian seorang suami, maka tanggung jawab nafkah anak bukanlah dibebankan kepada istri, namun kepada ahli warisnya.

Berikut sejumlah ringkasan materi yang ia sampaikan dalam acara tersebut.

Ternyata setelah kematian sang suami, tanggung jawab mencari nafkah untuk anak jatuh kepada walinya yaitu kakek atau pamannya dan bukan tanggung jawab sang ibu. Salah satu alasannya adalah karena harta warisan yang diterima istri adalah lebih sedikit daripada yang diterima oleh ahli waris lainnya.

Saya pernah bertanya-tanya mengapa istri dapat warisan yang lebih kecil, sedangkan lazimnya dalam masyarakat kita ya istri yang akan memikul kebutuhan anak nantinya. Bahkan rumah dan harta suami lainnya bisa diklaim oleh wali jika tidak terdaftar sebagai lahan yang diperuntukkan khusus bagi istri.

Banyak dari kita tidak tahu karena mereka belum pernah mendengar adanya wali yang mencari nafkah untuk anak yatim piatu yang masih memiliki ibu. Inilah kepercayaan Tuhan yang terlupakan. Dan disinilah harus ditunjukkan kebesaran tanggung jawab seorang pria.

Ironisnya terkadang agama hanya diambil setengahnya untuk kepentingan pribadinya, sedangkan mereka lupa bahwa harta yang diambil olehnya adalah milik saudaranya yang telah kehilangan nyawanya.

Ini layak menjadi peringatan bagi kita agar tidak mengambil ajaran agama setengah-setengah.
Memang tidak ada salahnya mengambil properti yang memang hak kita dalam hukum, namun ingatlah akan dosa bila gagal memberikan nafkah bagi keluarga almarhum. Jika kita termasuk dalam kelompok semacam itu maka kita adalah salah satu manusia yang kejam.

Sekali lagi saya mengingatkan salah satu ajaran agama, yaitu bila sang suami meninggal dan anak-anak belum ada yang menikah, maka diwajibkan bagi wali mereka sesuai dengan tatanan hukum agama untuk menyediakan tempat berlindung bagi keturunan almarhum. Kalau tidak diurus, maka akan mendapatkan masalah di akhirat nantinya.

Hukum Islam memang adil dan indah. Harta warisan lebih banyak diberikan kepada pria daripada wanita membuktikan besarnya tanggungjawab yang harus dipenuhi oleh mereka.

Jelas Tuhan mengatakan bahwa adalah tanggung jawab wali2 untuk mempertahankan pemeliharaan anak yatim (kurang lebih anak yatim piatu adalah wanita) dan mudah-mudahan oleh pembagian faraid dapat meringankan beban / membantu wali2 untuk merawat dan menyediakan panti asuhan.

Ingat ya! harta bukan untuk langsung membeli rumah baru, belanja atau traveling, tapi memprioritaskan untuk kebutuhan anak yatim yang menjadi tanggungannya dulu..

Wallahu'alam.

Seperti diketahui, ustadzah terkenal yang bernama lengkap Dr Nik Salida Suhaila Nik Salleh tersebut sering menyampaikan ceramah yang berkaitan dengan hak asasi, integritas, isu-isu agama, undang-undang, kekeluargaan dan hak wanita. Ia juga sering  menjadi pemateri dalam berbagai acara TV dan radio yang memperbincangkan isu-isu agama terkini. Ustazah Nik Salida pertama menjadi sebagai penceramah saat muncul kali pertama sebagai ahli panel forum program Al-Kulliyyah di TV3 pada tahun 2007. Penerbit program tersebut mengikuti penulisan beliau di akhbar dan mengundang beliau ke program ilmiah di TV. Setelah itu Ustazah Nik Salida banyak muncul di acara Halaqah (TV9), Forum Perdana Ehwal Islam (TV1), AlHidayah (TV3), Al-Kulliyyah (TV3), Tanyalah Ustazah (TV9), juri tetap acara Cari Menantu (TV9), juri acara Adik-Adikku (TV1), Al-Maraaya (TVAl- Hijrah) dan acara Islam lainnya.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon