logo blog alam islam

Bersama Rusia dan Iran, Rezim Assad Tewaskan 200 Lebih Warga Suriah

Rusia, Iran dan rezim Assad dengan keji membombardir anak-anak dan warga Suriah.
Rusia, Iran dan rezim Assad dengan keji bombardir warga Suriah.

Alam Islam Lebanon - Pemerintah Suriah bersama Rusia dan Iran, yang mengambil alih kesempatan untuk merebut kembali wilayah yang hilang dalam perang sipil yang semakin berkecamuk, telah melakukan pemboman yang menghancurkan daerah pinggiran Damaskus yang dianggap dihuni oleh sejumlah mujahidin pemberontak. Pemboman tersebut menewaskan sedikitnya 200 orang, kebanyakan di antaranya adalah anak-anak, kata pekerja sosial setempat pada hari Selasa (20/1).

Pemerintah Suriah yang dipimpin oleh Bashar Assad bersumpah untuk memberikan peringatan agar para pemberontak pindah dari pinggiran wilayah Ghouta timur. Serangan yang terjadi dalam minggu ini merupakan yang paling mematikan di tahun-tahun ini.

"Saya berjanji, saya akan memberi mereka pelajaran dalam pertempuran," ujar Brigadir Jenderal Suheil al-Hassan, pemimpin Angkatan Bersenjata pemerintah Assad dalam sebuah video yang dibagikan oleh akun media sosial pro-pemerintah Assad.

"Anda tidak akan menemukan penyelamat. Dan jika Anda berhasil, Anda akan diselamatkan dengan air seperti minyak mendidih. Anda akan diselamatkan dengan darah," lanjutnya.

Warga dan petugas medis darurat di Ghouta timur menunjukkan sejumlah foto terbaru dimana sebuah keluarga dengan lima anak berhasil ditarik dari reruntuhan. Keluarga tersebut meringkuk di ruang bawah tanah yang menjadi tempat penampungan. Selain itu seorang awak ambulans juga memuat seorang pasien dan kemudian berlari untuk melarikan diri beberapa saat sebelum ledakan melanda wilayah tersebut.

"Kita bisa mati kapan saja," ungkap Tareq al-Dimashqi, warga yang masih tinggal di daerah tersebut bersama istri dan bayi berusia 5 bulan kepada awak media dalam sebuah wawancara.

"Anda tidak tahu dari mana roket itu bisa datang dan mengakhiri hidup kita," ujarnya kemudian.

Rezim otoriter Assad, yang didukung oleh sekutu Rusia dan Iran, telah membuat keputusan yang jelas untuk mengurangi kerugian mereka. Bahkan saat membombardir daerah Ghouta, milisi pro-pemerintah di utara negara terus maju menuju daerah yang dihuni oleh suku Kurdi Afrin.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon