logo blog

Rukun, Doa dan Tatacara Sholat Gerhana Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Rukun, doa dan tatacara sholat gerhana yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
Tatacara sholat gerhana 


Alam Islam - Gerhana ialah salah satu kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa. Dalam Islam disyariatkan untuk melakukan solat Gerhana bisa terjadi fenomena tersebut. Hukum sholat gerhana adalah sunat muakkad (sangat dianjurkan). Untuk pengerjaannya, solat gerhana dibolehkan dengan cara melakukannya sendiri dan secara berjamaah. Bedanya, cuma niat tanpa perkataan makmum tapi dalam hati dan dalam bahasa yang dipahami, asalkan niatnya untuk shalat gerhana. Dalam shalat tersebut juga tidak adanya khutbah. Dalam sholat sunat gerhana matahari, segala bacaannya dilakukan dengan suara yang perlahan, sedangkan dalam sholat sunat gerhana bulan, semua bacaann dilakukan dengan suara nyaring. Berikut akan kita ulas rukun, doa dan tatacara sholat gerhana yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Rukun, doa dan tatacara sholat gerhana yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
Tatacara sholat gerhana 

Gerhana gerhana matahari dan bulan ini bisa dilakukan dengan tiga cara:
Untuk gerhana matahari, pembacaan dalam sholat dibaca dengan suara yang pelan. Sedangkan untuk
gerhana bulan membacanya harus dengan suara yang nyaring.

- Cara Pertama adalah cara termudah, yaitu dengan dua rakaat seperti sholat sunnah atau sholat sunat yang lain.

- Cara kedua yaitu dengan dua ruku dan dua 'itidal di masing-masing rakaat, disertai pembacaan al-Fatihah dan surah di masing-masing 'itidal. Setelah takbir, baca iftitah dan al-Fatihah. Setelah selesainya al-Fatihah, baca surah pendek (bebas). Lalu ruku 'dan bangkit lagi ('itidal kedua). Di qiam
Keduanya terbaca al-Fatihah dan juga surah. Kemudian ruku 'kembali (disebut ruku kedua').
Saat I'tidal naik, terus bersujud dua kali. Setelah selesai hanya dari sujud
kedua dan naik dan kemudian rakaat pertama selesai. Begitulah untuk Rakaat
kedua.

- Cara ketiga yaitu mirip cara yang kedua tapi di rakaat pertama dan 'itidal pertama
harus dibaca surah al-Baqarah atau surah apapun selama itu. Di rakaat pertama juga tapi
'itidal kedua membaca surah Ali-Imran. Di rakaat kedua 'itidal pertama yang dibaca surah An-Nisa ', dan di 'itidal yang kedua di rakaat kedua dibaca surah al-Maaidah. Kemudian di ruku pertama membaca 100 ayat, di ruku kedua 80 ayat kedua, ruku' ketiga 70 ayat dan ruku' ke-50 ayat yang keempat.

- CARA SHOLAT
Sholat gerhana dilaksanakan dengan dua rakaat seperti sholat sunat lainnya. Hanya bedanya cuma dua kali ruku' dan dua kali 'itidal dalam satu rakaat. Disunnahkan di masjid atau surau dan bisa juga sendiri.

- CARA MELAKSANAKAN SHOLAT GERHANA

1. Melafazkan niat di dalam hati sebelum melakukan takbiratul ihram.

2. Takbir.

3. Membaca taawudz beserta Surat Al-Fatihah. Kemudian Surat Al-Baqarah dengan suara nyaring.

4. Melakukan rukuk dengan membaca tasbih selama imam membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.

5. Itidal, tidak membaca doa i’tidal, namun membaca Surat Al-Fatihah. Kemudian membaca Surat Ali Imran.

6. Melakukan gerakan rukuk dengan membaca tasbih sambil membaca 80 ayat dari Surat Al-Baqarah.

7. Kemudian baru lakukan gerakan Itidal sambil membaca doa 'itidal.

8. Sujud sambil membaca tasbih selama rukuk pertama.

9. Lakukan gerakan duduk di antara dua sujud

10.Lakukan gerakan sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.

11.Duduk sejenak sebelum bangkit untuk rakaat kedua.

12.Bangkit dari duduk dan mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat yang pertama. Hanya bedanya pada rakaat kedua pada saat berdiri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa dan pada saat berdiri kedua membaca Surat Al-Maidah.

13.Membaca salam.

14.Imam menyampaikan dua khutbah sholat gerhana yang berisi nasehat agar jamaah semakin bertakwa kepada Allah, bertaubat, bersedekah dan memerdekakan budak (membela muslim yang tertindas) dan yang lainnya.

Catatan tambahan:
1. Makmum yang tertinggal baik di rakaat pertama atau rakaat kedua, dihitung tidak mendapatkan rakaat dan dia harus melakukannya setelah Imam memberi salam.
2. Informasi lebih lanjut silahkan rujuk Kitab Sabilal Muhtadin, oleh Sheikh Mohd Arshad bin
Abdullah Al-Banjari, (Bab 2: 58-60).
3. Berdoa atas sholat sunat matahari, semua pembacaan dilakukan dengan suara
perlahan. Sedangkan untuk shalat bulan bulan, semua bacaan
dilakukan dengan suara nyaring.

Wallahu 'alam bis shawab.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon