logo blog

Makanan Sehat ala Rasulullah yang Jarang Diketahui Ummat Muslim

Makanan Sehat dan halal ala Rasulullah yang harus diketahui muslimin.
makanan sehat

Alam Islam - Lazimnya kita akan mengontrol kebiasaan makan menjadi teratur hanya ketika diserang penyakit. Dan lebih parahnya bila dokter hanya mengizinkan kita makan dalam jumlah sedikit atau hanya makanan tertentu.

Faktanya, praktek mengontrol kebiasaan makan setelah jatuh sakit adalah tindakan salah. Kita patut mengontrol gizi pada usia remaja, bukan saat memasuki fase 40-an.

Kebiasaan makan yang bisa diteladani adalah menurut sunah Rasulullah s.a.w. Jika dikaji, pola makan beliau sangat bertepatan dengan al-Quran berarti: "... makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan ..." (QS al-A'raf, ayat 31).

Tips menjaga kesehatan cara Rasulullah turut memperhitungkan sistem tubuh manusia. Sebagai mesin, ia membutuhkan bahan bakar yaitu makanan untuk memungkinkannya melaksanakan kerja, tetapi kuantitas makanan yang masuk ke perut harus dikontrol.

makanan sehat

Sebenarnya, menjaga dan mengontrol perut dari makan terlalu banyak adalah metode pencegahan penyakit yang efektif. Karena itu banyak ilmuwan medis dan tabib zaman dulu sering berkata bahwa 'lapar itu obat'.

Memakan makanan dalam jumlah banyak adalah praktek buruk karena memberatkan organ dan sistem pencernaan sehingga ia lemah dan tidak mampu mencerna secara teratur dan efisien.

Makanan dalam jumlah yang banyak menyebabkan berbagai penyakit. Justru, metode pengobatan dan pencegahan penyakit yang terbaik seharusnya dimulai dari perut dan pastikan kuantitas dan jenis makanan yang masuk ke perut terkendali.

Nabi Muhammad s.a.w menyebut 'perut adalah tempat dimulai berbagai penyakit'. Selain kuantitas makanan, tips kesehatan Nabi juga memperhitungkan volume makanan yang masuk ke perut.

Beliau lebih mengutamakan makanan lembut, terutama jika baru sembuh atau melalui proses pemulihan.

Dalam satu hadits dari Siti Aisyah r.a, beliau berkata: "Jika Rasulullah diberitahu si fulan sakit dan tidak ada nafsu makan, beliau bersabda: Berikanlah kepadanya 'talbiinah'! Beliau berkata lagi: "Demi Allah, ia dapat mencuci perut seseorang seperti kamu membersihkan mukamu dari kotoran."

Talbiinah adalah sejenis makanan masyarakat Arab menyerupai bubur atau susu. Bentuknya lembut dan tidak membebani perut. Bagi kita di sini, mungkin sejenis oat dicampur susu yang cocok sebagai makanan yang lembut dan tidak membebani perut serta fungsi pencernaan.

Makanan ini juga kaya serat dan banyak membantu proses pencernaan.

Disiplin gizi yang diamalkan Rasulullah dapat menghindari berbagai penyakit. Sedangkan bagi mereka yang sudah mengalami masalah kesehatan, cara ini dapat menghindari penyakit menjadi semakin parah.

Contoh peristiwa Nabi Muhammad s.a.w mengajar pemilihan makanan ketika sakit adalah sebagaimana hadits riwayat Ibnu Maajah dari Ummul Mundzir Qois al Anshoriyah, yang artinya:

"Suatu hari Rasulullah berkunjung ke rumah kami bersama Ali k.a yang ketika itu baru sembuh dari sakit. Kami memiliki buah Daliah (yang merupakan sejenis buah yang ada di tanah suci), lalu Rasulullah mengambil serta memakannya dan Ali juga memakan buah itu."

"Beliau berkata kepada Ali: Engkau baru saja sembuh dari sakit."

"Lalu Ali berhenti memakannya. Kemudian saya buatkan masakan dari gandum dan saya berikan kepada mereka berdua, maka Rasulullah s.a.w bersabda: Nah, Ali, ini lebih cocok bagimu!."

Larangan Rasulullah s.a.w kepada Ali yang baru sembuh dari sakit agar tidak makan buah Daliah sebagaimana dalam hadits di atas adalah metode pencegahan atau untuk berpantang. Buah-buahan yang sifatnya mudah terurai mungkin menjadi mudarat bagi mereka yang baru sembuh.

Ketika baru pulih dari sakit, perut belum cukup kuat karena ia sibuk bekerja mengikis sisa penyakit dari dalam perut dan tubuh.

Sebaliknya, Rasulullah mendorong Ali mengambil masakan dari gandum karena air dari gandum itu dapat menguatkan tubuh.

Namun Rasulullah s.a.w juga mengizinkan konsumsi makanan yang agak tidak sesuai dengan kinerja tubuh atau agak keras, namun dalam jumlah sedikit dan sekadar untuk menghilangkan keinginan.

Hal menarik tentang metode makanan seimbang yang diajarkan Rasulullah adalah beliau tidak membatasi pada satu jenis makanan saja. Misalnya, beliau menyeimbangkan makanan bersifat panas dengan dingin.

Dari segi komposisi makanan, beliau tidak pernah memakan susu dan ikan, atau susu dan telur, atau daging dan susu, atau antara makanan tersebut sekaligus karena keduanya memiliki sifat panas atau sifat dingin serentak.

Rasulullah s.a.w juga tidak mengambil dua jenis makanan yang memiliki sifat cepat dicerna dan lambat dicerna secara serentak.

Rasulullah tidak mengambil makanan yang masih dalam kondisi panas atau makanan yang disimpan semalam, makanan awet atau diasinkan seperti acar karena semua itu membahayakan kesehatan.

Kita juga harus menghindari makanan instan dan minuman berkarbonasi, meskipun enak, tetapi merugikan apalagi mengandung perasa buatan dan sintetis.

Rasulullah gemar makanan yang mengandung unsur manis alami dan madu malah beliau suka mengambil buah-buahan sebagai makanan tambahan.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon