logo blog

Cara Mengendalikan Hawa Nafsu

Cara mengendalikan hawa nafsu dalam Islam
ilustrasi

Alam Islam - Allah jadikan makhluk beragai jenis. Ada jenis yang hanya diberi jiwa suci tanpa nafsu, yaitu malaikat. Ada yang diberi nafsu saja tanpa akal yaitu binatang. Ada yang diberi akal dan nafsu pula perasaan yaitu manusia. Nafsu manusia terbagi pada beberapa peringkat.

Diantaranya adalah:
1. Ammarah
2. Lawwamah
3. Mulhimah
4. Mutmainnah
5. Radhiah
6. Mardhiah
7. Kamilah

Hakikat nafsu, dia mengirimi kita kejahatan. Firman Allah s.w.t.:"Sesungguhnya nafsu itu senantiasa mengajak ke kejahatan. " (QS Yusuf: 53)



Sesekali nafsu dikirim untuk menepati kejahatan dan Allah memberi keistimewaan kepada manusia yaitu kemampuan dan kekuatan untuk mengendalikan nafsu sehingga menjadi baik dan dapat diakses kepada kebaikan. Nafsu yang terdidik adalah nafsu mutmainnah. Mutmainnah lah nafsu ahli syurga.

"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku." (Al-Fajr: 27-30)

Kutipannya, nafsu terbagi dua yaitu nafsu baik dan nafsu jahat. Siapa yang dikuasai salah satu daripadanya maka dia akan menuruti pilihannya itu.

Proses ke arah Mujahadatunnafsi (seperti hawa nafsu) seperti sabda Rasulullah saw:
"Orang yang berjuang atau berjihad sebenarnya orang yang berjuang melawan nafsu dan menundukkan dan mengendalikannya sehingga taat Kepada Allah. " [HR Tirmizi]

TINGKAT DAN MAQAM NAFSU MANUSIA

NAFSU AMARAH menjadi nafsu paling jahat yang senantiasa mengajak manusia yang dikuasai ke arah kejahatan, melakukan dosa. Firman Allah s.w.t: "sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan," (Yusuf: 53)

SIFAT-SIFAT ORANG BERNAFSU AMMARAH:

1. Selalu terikat kepada godaan nafsu dan syaitan. Nafsu Ammarah senantiasa menyuruh seseorang untuk membunuh walaupun di faham perbuatan itu jahat.

2. Tidak merasa menyesal atas perbuatan jahatnya, malah perasaannya lega dan selamat.

3. Terlalu gembira mendapat nikmat dan berputus asa jika ditimpa kesusahan. Allah menyelubungi mereka dalam firmanNya: "Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa." (Ar-Rum: 36)

4. Sifat-sifat keji yang timbul dari benih nafsu Ammarah ini adalah bakhil, tamak kepada harta dunia, cinta keduniaan, sombong, takabur, pelit, dengki, lalai terhadap Allah, dendam dan lain-lain.

Barang siapa yang terjangkit salah satu hal tersebut, itu tandanya dia termasuk dalam golongan ammarah. Orang berilmu atau tidak juga bisa masuk dalam golongan ini. Nafsu Ammarah serendah-rendah derajat dan sejahat-jahat nafsu dalam dunia Tasawuf. Tempat yang wajar untuk golongan ini adalah kawah neraka yang penuh dengan azab pedih. Na'uzubillahi min zalik.

NAFSU LAWWAMAH adalah nafsu yang selalu mengkritik diri sendiri atau mencela diri sendiri jika berlaku suatu kejahatan/dosa keatas diri sendiri. Sebagai contoh, jikalau diri tertinggal solat, hatinya akan menyesal dan segera memohon keampunan Allah, kemudian memperbaikinya. Bila melakukan dosa, dia segera menyesal. Walau bagaimanapun, ia masih berat melakukan kebajikan dan masih terasa berat bila dilakukan dalam keadaan terpaksa.

"dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)." (Al-Qiyamah: 2)

Biasa dan mudah terdorong ke arah ibadah dan kebaikan, tapi nafsunya masih belum dapat ditundukkan. Meskipun Nafsu Lawwamah lebih tinggi dari Nafsu Ammarah karena golongan ini melakukan sesuatu dengan ilmu dan mengenalnya dengan ilmu.

Rasulullah s.a.w. Bersabda: "Kalau Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan jadikan untuknya dari hati sendiri." [HR Abu Mansur, ad-Dailami]

SIFAT-SIFAT ORANG BERNAFSU LAWWAMAH:

1. Mencela kesalahan diri sendiri.

2. Selalu berfikir mengenang dosa dan keburukannya.

3. Rasa takut bila bersalah.

4. Mengkritik terhadap apa yang di bisikkan hati berupa kejahatan.

5. Mudah merasa riya iaitu mau menunjuk-nunjuk amal kepada orang-orang.

6. Mudah merasa sum'ah yaitu ingin memperdengarkan kepada orang kebajikan yang dibuatnya untuk mendapatkan pujian.

7. Mudah tersiksa, yaitu perasaan menolak dalam hati, merasa diri lebih baik dari orang lain walaupun tampilannya dia menunjukkan sifat tawadhuk, pemurah dan segala sifat-sifat mazmumah yang tidak mampu dilawan dan dihadapi hatinya.

Hakikat nafsu lawwamah terletak pada penhlihatan kebanyakkan orang. Syurga akan jauh untuk orang yang memiliki nafsu ini, kecuali ia mendapat keampunan Allah. Jalan keselamatan untuk orang yang sedang menyimpan nafsu Lawwamah adalah harus bergaul dengan orang-orang shalih dan berada dalam lingkungan yang baik.


*dari berbagai sumber

Comments
1 Comments

1 komentar:

PROMO BONUS THR 100.000 LEBARAN DI BOLAVITA
Kesempatan terbaras hanya untuk 100 ID setiap hari


EmoticonEmoticon