logo blog

Rayakan Natal, Karyawan Muslim di Kafe Tionghoa Ini Dipaksa Pakai Topi Sinterklas

Karyawan Kafe Tionghoa intoleran Kopi Tiam Mama Ling Bengkulu dipaksa pakai topi sinterklas dalam rangka merayakan natal.
Feriyansyah

Alam Islam Bengkulu - Seorang pria bernama Feriyansyah yang beragama Islam dipaksa untuk memaakai topi Sinterklas yang merupaka atribut keagamaan non muslim. Ia bekerja sebagai Karyawan Kopi Tiam Mama Ling Jalan Soeprapto Bengkulu.

Warga setempat berharap pihak manajemen Kopi Tiam Mama Ling tidak memberlakukan pemakaian atribut Sinterklas ini kepada karyawan yang beragama Islam dalam rangka saling menghargai agama masing-masing sebagai sebuah sikap toleransi. Namun menurut mereka, untuk karyawan yang non muslim sesuai keyakinannya tidak masalah memakai topi sinterklas.

"Mari kita jaga sikap untuk saling hormat menghormati agama orang lain. Semoga masalah ini bisa diperbaiki dan tidak terjadi lagi, bagi pemilik usaha janganlah memberlakukan hal seperti diatas kepada karyawannya yang beragama Islam," ujar netizen bernama Melyan di akun facebook-nya pada Sabtu (24/12).

"Menteri agama RI Lukman Hakim Saifuddin pernah menyatakan di situs Hidayatullah.com :
Inti dari kerukunan dan toleransi antar ummat beragama adalah sikap saling mengerti dan memahami. Bukan dengan saling melebur dan mencampuradukkan identitas, atribut, simbol dan ritual keagamaan yang berbeda," lanjutnya.

"Saya ingin memberi sebuah ilustrasi. Seorang penganut agama Islam tak usah dituntut menggunakan topi sinterklas dan kalung salib demi menghormati Hari Natal. Juga umat perempuan non-Muslim tidak perlu dipaksa berjilbab demi menghormati Idul Fitri," tutupnya.

Sumber: Melyan Sori

Comments
1 Comments

1 komentar:

PROMO BONUS THR 100.000 LEBARAN DI BOLAVITA
Kesempatan terbaras hanya untuk 100 ID setiap hari


EmoticonEmoticon