logo blog

Wayne: Tolong Jangan Sakiti Muslim!

Seorang kakek yang ditikam kali di sebuah jalan Sydney mendesak masyarakat tidak membalas dendam pada umat Muslim.
Wayne Greenhalgh

Alam Islam Sydney - Seorang kakek di Sydney yang ditikam berulang kali di sebuah jalan Sydney pada Sabtu lalu mendesak masyarakat sekitar untuk tidak membalas dendam atas serangan teror yang telah terjadi.

Wayne Greenhalgh, (59 tahun), mengisahkan hari itu jam 04.00 ia sedang berjalan dengan anjingnya di sekitar taman di Ohflsen Road, Minto. Kemudian ia diserang oleh seorang pria yang memegang sebuah pisau besar.

Mr Greenhalgh mengisahkan kejadian tersebut dalam sebuah wawancara di acara A Current Affair. Dia mengatakan bahwa penyerang sudah mendekatinya di awal hari sambil membawa sebuah buku merah marun gelap yang tampak seperti Alkitab.

Mr Greenhalgh berpikir orang itu akan menanyakan arah kepadanya. Sebaliknya pria tersebut berdiri sangat dekat dengan si kakek dan tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia kemudian berjalan kembali ke rumahnya.

"Kristus, itu kejadian yang aneh, saya bertanya-tanya apa yang dia ingin lakukan di sana?," kata Greenhalgh kepada istrinya seperti dilansir NewsAU pada Senin (19/9).

Kemudian pada hari itu, Mr Greenhalgh sedang berjalan sendirian di rumah dan ia melihat pelaku keluar dari sebuah rumah dengan sebuah ransel.

"Dia membukanya dan mengambil pisau besar besar, kemudian saya bertanya 'ada apa?," katanya.

Tiba-tiba penyerang berusia 22 tahun tersebut diduga menusuk Greenhalgh berulang kali di wajah, dada dan lengan.

"Saya diserang dengan pisau yang menakutkan," kata Mr Greenhalgh. "Saya harus mengakui, saya benar-benar takut saat itu."

Dengan darah menyemprotkan kemana-mana, Greenhalgh berlari menuju sebuah salon kecil terdekat. Dua tetangga melihatnya kemudian ia berteriak "tolong, tolong!".

Beruntung Greenhalgh ditolong oleh para tetangga dan segera mengevakuasinya. Greenhalgh berterimakasih kepada tetangganya yang bernama Sivei Ah Chong yang telah berani menyelamatkan nyawanya.

"Saya pasti akan mati jika mereka tidak menghentikannya. Aku bahkan tidak bisa melindungi diriku sendiri." ujar Greenhalgh saat berhasil masuk salon dan mengunci pintu.

Ia ditikam di perut, dada dan leher tapi salah satu cedera yang terbesar adalah untuk tangan kanannya. Greenhalgh tidak bisa menggunakan dua jari di tangan kanan, dan ia tidak tahu kapan dia akan bisa bekerja lagi.

Pelaku berusia 22 tahun tersebut didakwa melakukan tindak teroris dan percobaan pembunuhan.

Meskipun cedera yang parah, Greenhalgh berharap serangan itu tidak mengobarkan sentimen anti-Muslim.

"Tolong jangan sakiti orang Muslim," katanya.

"Mereka orang-orang yang baik dan mereka semua kenal saya. Mereka semua menyenangkan dan ramah." lanjutnya.

Dia mendesak masyarakat untuk tidak membalas dendam untunya.

"Semua orang di luar sana telah bersikap baik satu sama lain, tidak membalas dendam, teman-teman saya semuanya harus tetap tenang," ujarnya.


Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon